Profesor arkeologi India kembali memiliki fungsi ibu jari setelah rekonstruksi di Shandong
Pasien datang pada Juni 2025 setelah kehilangan sebagian ibu jari yang mengganggu penggunaan alat halus dalam pekerjaannya.
Diterbitkan oleh CareAtlas · Kebijakan editorial
Seorang profesor arkeologi dari India kembali memiliki fungsi ibu jari setelah operasi rekonstruksi di Rumah Sakit Provinsi Shandong, menurut laporan rumah sakit pada 26 Februari 2026. Pasien bernama samaran Aiwen kehilangan sebagian ibu jarinya saat bekerja dalam kegiatan arkeologi.
Cedera mengganggu alat utama profesinya
Setelah cedera, ia kesulitan memegang instrumen halus untuk menangani detail artefak. Kehilangan tersebut mengganggu tugas yang penting bagi pekerjaannya.
Setelah mengetahui seorang dokter di Shandong melakukan rekonstruksi ibu jari, ia pergi ke Tiongkok pada Juni 2025. Operasi dilakukan Chen Chao, dokter bedah tangan, kaki, dan rekonstruksi mikroskopis di rumah sakit afiliasi Universitas Kedokteran Pertama Shandong.
Membangun kembali struktur dan sirkulasi
Dalam laporan, Chen menjelaskan tahapan teknis rekonstruksi jari secara lengkap. Dokter menstabilkan tulang dan sendi serta memperbaiki tendon terlebih dahulu, kemudian menggunakan mikroskop untuk memperbaiki arteri, vena, dan saraf. Semua komponen perlu dipadukan agar terbentuk jari dengan bentuk dan fungsi yang berguna.
Pembuluh darah jari dapat berdiameter hanya sepersekian milimeter, sehingga jahitan mikroskopis menjadi bagian utama. Chen memperkirakan telah melakukan 105 rekonstruksi lengkap ibu jari atau jari hingga saat laporan.
Panggilan video setelah pulang
Menjelang Festival Musim Semi 2026, Aiwen menghubungi Chen lewat video dari India untuk berterima kasih. Laporan menggambarkan ibu jari hasil rekonstruksi telah pulih fungsinya, dengan penampilan mendekati ibu jari biasa.
Chen juga mengatakan profesor itu menulis kisah panjang perjalanan perawatannya setelah pulang, berisi ucapan terima kasih kepada tim medis.